tas spunbond, tas souvenir, tas kain, tas tissue, tas kanvas, tas promosi, tas ultah, tas ulang tahun, tas b day, tas butik, tas ramah lingkungan, green bag, bag, bag promotion, goody bag, event bag
NEW PRODUCT : FULL COLOR TOTE BAG.......NO MINIMUM ORDER......... GRAP IT FAST.......... PERSONALIZED DESIGN........untuk harga harap menghubungi kami di 081 80300 5333, 031 5463217, 031 5465333, atau melalui YM. ........ terima kasih... ..

Potret Pegawai Kantoran di Jepang yang Biasa Kerja 13 Jam Sehari


12 Maret 2015

Jakarta -Anda pernah merasa pekerjaan di kantor begitu berat? Mungkin Anda masih perlu bersyukur, karena ada orang yang bekerja 13 jam sehari, 6 hari seminggu, selama 3 bulan berturut-turut.

Di Jepang, itu lah jam kerja para pegawai kantoran. Fenomena ini didokumentasikan oleh orang asing bernama Stu yang bekerja di Jepang. Video ini diunggah (upload) di YouTube dengan judul 'Stu in Tokyo'. Demikian dikutip dari CNN, Rabu (11/3/2015).

Dalam video tersebut, Stu menceritakan sebuah pekan bagi para pekerja kantoran di sektor jasa keuangan. Dia memilih periode Januari-Maret, yang merupakan saat-saat di mana pekerjaan menumpuk.

Setiap harinya, setelah hanya tidur beberapa jam, Stu dengan terburu-buru berangkat ke tempat kerja. Dia berada di kantor rata-rata 13 jam per hari.

Pekerjaan baru selesai sekitar pukul 23.00, dan Stu lagi-lagi harus bergegas agar tidak ketinggalan kereta. Tiba di rumah, isirahat, dan siklus yang sama terus berulang.

Dalam 6 hari, Stu bekerja selama 78 jam dan tidur 35 jam. Padahal dalam 6 hari hanya ada 144 jam, artinya lebih dari separuh kehidupan Stu dihabiskan untuk bekerja.

Stu hidup layaknya pekerja kantoran di Jepang pada umumnya. Pekerja kantoran ini adalah tulang punggung perekonomian Negeri Matahari Terbit, dan seringkali menempatkan pekerjaan di atas keluarga

Meski begitu, sepertinya mereka tetap menikmati hidup. Pulang larut malam, para pekerja ini masih rutin minum-minum bersama sahabat atau klien. Mereka pun merasa tidak perlu dikasihani.

"Saya tidak perlu mendapat simpati. Ketika saya bekerja, saya sudah tahu akan ada saat-saat pekerjaan begitu menyibukkan," kata Stu.

Selepas Maret, Stu menyebutkan pola kerja akan kembali normal. Tidak ada lagi pulang jam 11 malam dan bekerja selama 6 hari dalam sepekan. Namun Stu masih beruntung, karena begitu banyak orang di Jepang yang bekerja begitu keras sepanjang tahun.

"Ada banyak orang di Tokyo yang bekerja seperti ini sepanjang tahun demi menopang hidup keluarganya. Saya tidak bisa membayangkan bila harus melakukannya," tutur Stu.

Namun, secercah harapan muncul bagi para pekerja di Jepang. Perdana Menteri Shinzo Abe tengah memperjuangkan aturan untuk menghapuskan uang lembur bagi para pekerja yang bergaji 10 juta yen (Rp 1,08 miliar) per tahun. Tujuannya, tanpa uang lembur maka karyawan akan pulang lebih cepat.



Baca juga
  » 1 September 2015
1.200 Orang Kaya Dunia Hindari Satu Pola Pikir Ini |
Banyak cara miliarder membangun bisnisnya Namun 1 pola pikir ini dipastikan ada dalam pemikiran 1200 orang kaya di dunia

  » 29 Januari 2015
Are global retailers giving up on Singapore?
A number of international retailers are whittling down or completely shuttering their store space in Singapore. Challenges

  » 28 Januari 2015
Evakuasi Pesawat Air Asia QZ8501 Dihentikan, Basarnas: Kami Minta Maaf
EPUBLIKA.CO.ID,PANGKALAN BUN--Badan SAR Nasional (Basarnas) mengumumkan penghentian evakuasi pengangkatan badan pesawat Air

  » 29 November 2014
Media Malaysia sebut Jokowi angkuh
Media online dari surat kabar berpengaruh di Negeri Jiran menurunkan pemberitaan mengenai Presiden Jokowi dengan nada keras. Soal penenggelaman kapal

  » 11 Oktober 2014
Membaca berita dengan cara keren dan navigasi asyik
Tak perlu khawatir ketinggalan berita. Kalau kamu menginstall satu di antara enam aplikasi ini, membaca berita bisa jadi hal yang menyenangkan. Apa saja?